0

Ternyata Kita Harus Belajar dari SD lagi, Banyak yang Salah Penulisan ‘di’

Ternyata-Kita-Harus-Belajar-dari-SD-lagi,-Banyak-yang-Salah-Penulisan-'di'Tidak sukar menentukan apakah penulisan kata di dipisah dari kata yang mengikutinya atau digabung. Sebagai preposisi (kata depan), tuliskan terpisah. Sebagai prefiks (awalan), tuliskan serangkai. Saya menyertakan contoh-contohnya di dalam artikel ini.

Bagaimana dengan kata dibalik dan di balik, disalib dan di salib, disampingkan dan di samping, serta ditempati dan di tempat, manakah penulisan yang benar?

Semuanya tepat, tergantung pemakaiannya di dalam konteks kalimat.

Penulisan di sebagai kata depan: dipisah

Dalam tata bahasa Indonesia, di adalah preposisi (kata depan), dan di- adalah juga prefiks (imbuhan yang ditempatkan di awal kata dasar, atau awalan).

Sebagai preposisi, di berfungsi untuk menandai tempat;

di ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya;

di hanya dapat diikuti kata benda atau nama tempat dan tidak dapat diikuti kata kerja.

Berikut contoh-contoh penulisan kata depan di yang ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya.

di antara; bukan diantara (jangan ikuti kata Inggris among dan between yang ditulis dalam satu kata)
di samping; bukan disamping (jangan terpengaruh preposisi beside [di sisi; di samping] dan besides [selain] yang ditulis satu kata pada bahasa Inggris)
di mana-mana; bukan dimana-mana
di bawah; bukan dibawah
di sana; bukan disana
di situ; bukan disitu
di tempat; bukan ditempat
di hadapan; bukan dihadapan
di awal; bukan diawal
di kampung; bukan dikampung
di sisi; bukan disisi
di sebelah; bukan disebelah
di Medan; bukan dimedan
di medan perang; bukan dimedan perang
di lapangan; bukan dilapangan
di dalam; bukan didalam
di kalbu; bukan dikalbu
di mobil; bukan dimobil
di kantor; bukan dikantor
di jalan; bukan dijalan
di dadaku ada kamu; bukan didadaku ada kamu

Di mari ataukah dimari?

Buset dah! Tidak ada kata di mari maupun dimari di dalam bahasa Indonesia. Itu bahasa Alay yang acap dipakai oleh “anak layangan” dan kaum tua-sok-gaul di Twitter dan Facebook. Kata dimari dipelesetkan dari kata kemari.

Kalau anda bangga “berbahasa satu, bahasa primitif Alay”, lanjutkanlah menulis dimari dan di mari.

Ternyata Kita Harus Belajar dari SD lagi, Banyak yang Salah Penulisan 'di'1Penulisan di- sebagai prefiks: disambung

Sekarang penggunaan di- sebagai imbuhan, bentuk terikat yang tidak dapat berdiri sendiri dan tidak memiliki makna bila tak disatukan dengan kata lain.

Sebagai prefiks, di- berfungsi untuk membentuk verba (kata kerja) pasif;

di- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya;

di- diikuti oleh bentuk dasar kata kerja.

Pada contoh-contoh di bawah ini, selain prefiks di-, juga ada penulisan konfiks di-kan dan di-i.

ditulis; bukan di tulis
dibeli; bukan di beli
disuap; bukan di suap
diintip; bukan di intip
dikejar; bukan di kejar
dibuat; bukan di buat
dioper; bukan di oper
disambung; bukan di sambung
diminta; bukan di minta
dikasih; bukan di kasih
dipakai; bukan di pakai
disewa; bukan di sewa
diajar; bukan di ajar
dihajar; bukan di hajar
ditambah; bukan di tambah
dialihkan; bukan di alihkan
dikemanakan; bukan di kemanakan
disampingi; bukan di sampingi
disampingkan; bukan di sampingkan
dikesampingkan; bukan di kesampingkan
ditempati; bukan di tempati
didatangi; bukan di datangi
dicintai; bukan di cintai
dikambinghitamkan; bukan dikambing hitamkan

di balik ataukah dibalik, di salib atau disalib?

Semua penulisan tersebut tepat. Kata pertama, di balik, menunjukkan tempat. Contohnya dalam kalimat: Sapu disimpan di balik pintu. Kata kedua, dibalik, adalah kata kerja, yang dipakai dalam kalimat pasif. Contoh: Halaman buku dibalik dan kemudian dibaca.

Aturan yang sama juga berlaku untuk kata di salib dan disalib. Tuliskanlah contohnya dalam kalimat anda sendiri.

Jadi, dalam konteks foto-foto di atas, mana penulisan yang benar: dikunci ataukah di kunci, dijual ataukah di jual, dibutuhkan ataukah di butuhkan, dilarang ataukah di larang? [Kaskus]

Read More : http://www.sebarkanlah.com/artikel/heboh/ternyata-kita-harus-belajar-dari-sd-lagi-banyak-yang-salah-penulisan-di.html

0

Anak Sekolah Saat ini, Putus Cinta Sampe Gila, Rela Berikan Apapun Asal Balekan

Anak-Sekolah-Saat-ini,-Putus-Cinta-Sampe-Gila,-Rela-Berikan-Apapun-Asal-Balekan1Pacaran memang sudah bukan kata yang asing lagi bagi kita, bukan hanya orang dewasa, bahkan anak yang baru gede, lebih parahnya lagi anak SD sekalipun sudah mengenal namanya pacaran.

Sebagian kalangan beranggapan pacaran dapat meningkatkan prestasi. Anggapan semacam itu bertentang dengan logika dan kenyataan.

Bagaimana mungkin prestasi seseorang meningkat bila sebagian besar pikiran dan perasaannya terkonsentrasi pada sang pacar. Bagaimana pula bisa belajar dengan baik sementara sebagian besar waktu dan potensi yang dimiliki dihabiskan dengan sang pacar.

Seseorang yang dimabuk asmara perasaannya dipenuhi dengan hasrat untuk selalu bertemu, berduaan, bercinta, bermesraan, dan berkasih sayang. Apalagi rasa rindunya sedemikian besar maka ada saja yang dilakukan untuk memenuhi hasrat tersebut.

Bagaimana bisa prestasi meningkat kalau memori dalam otak lebih didominasi oleh bayangan si doi. Perasaan rindu, kangen, dan selalu bersama menghampiri di setiap waktu.

Terkait pacaran di kalangan anak sekolahan, team Sebarkanlah.com mendapatkan status seorang pelajar yang kemungkinan masih SMP di akun Facebook nya.

Statusnya bisa kalian lihat dalam gambar di bawah ini:

Anak-Sekolah-Saat-ini,-Putus-Cinta-Sampe-Gila,-Rela-Berikan-Apapun-Asal-Balekan

Anak-Sekolah-Saat-ini,-Putus-Cinta-Sampe-Gila,-Rela-Berikan-Apapun-Asal-Balekan1

Anak-Sekolah-Saat-ini,-Putus-Cinta-Sampe-Gila,-Rela-Berikan-Apapun-Asal-Balekan2

Apakah kasus seperti ini pelajar ini bisa konsentrasi untuk belajar di sekolah?

Dalam kenyataannya memang pacaran justru mengakibatkan prestasi menurun. Bila awalnya berprestasi di sekolah, di ruman, di masyarakat baik melalui organisasi maupun selainnya. Namun setelah berpacaran prestasi tersebut jurstru menjadi anjlok.

Bahkan yang lebih parah, seperti status pelajar di atas, dia rela memberikan apapun asalkan bisa balikan dengan pacarnya.

Karena itu, pacaran bukannya membuat prestasi jadi meningkat, tapi justru menyebabkan prestasi menurun. Karena sebagian potensi berupa waktu, konsentrasi, fokus, pikiran, semangat, dan sebagainya tersita pada sang pacar.

Untuk para orangtua kami, mohon agar pergaulan dan keseharian anak kita lebih dikontrol lagi. [HP – Sebarkanlah.com]

Read More : http://www.sebarkanlah.com/artikel/heboh/anak-sekolah-saat-ini-putus-cinta-sampe-gila-rela-berikan-apapun-asal-balekan.html